ANALISIS ASPEK PEDAGOGIK DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD NEGERI TERPENCIL 8 BATU
ANALISIS ASPEK
PEDAGOGIK DALAM PEMBELAJARAN IPS
DI SD NEGERI TERPENCIL 8 BATU
ANALYTICAL
ASPECT OF PEDAGOGIY IN LEARNING REMOTE COUNTRY IPS SD 8 BATU
AZIS
PROGRAM
PASCASARJANA
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
2016
ANALISIS ASPEK
PEDAGOGIK DALAM PEMBELAJARAN IPS
DI
SD NEGERI TERPENCIL 8 BATU
Tesis
Sebagai
Salah Syarat untuk Mencapai Derajat
Magister
Program
Studi
Administrasi
Pendidikan
Konsentrasi
Pendidikan Dasar
Disusun
dan Diajukan oleh
AZIS
Kepada
PROGRAM
PASCASARJANA
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
2016
TESIS
ANALISIS
ASPEK PEDAGOGIK DALAM PEMBELAJARAN IPS
DI
SD NEGERI TERPENCIL 8 BATU
Disusun dan Diajukan oleh
AZIS
Nomor Pokok :14B14083
Telah
dipertahankan di depan Panitia Ujian Tesis
Pada
tanggal,....................................2016
Menyetujui
Komisi Penasehat,
Dr. Sulaiman Samad, M.Si. Dr.
Latang, M.Pd.
Ketua Anggota
Mengetahui:
Ketua Direktur
Program Studi Program Pascasarjana
Administrasi Pendidikan Universitas
Negeri Makassar
Dr. Sulaiman Samad, M.Si Prof. Dr. Jasruddin,
M.Si.
NIP:19651231 199203 1 035 NIP:19641222 199103 1
002
PERNYATAAN KEORISINALAN TESIS
Nomor Pokok : 14B14083
Menyatakan
bahwa tesis yang berjudul “Analisis
Aspek Pedagogi Dalam Pembelajaran IPS di SD Negeri Terpencil 8 Batu”
merupakan karya asli. Seluruh ide yang ada dalam tesis ini, kecuali yang saya
nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide yang saya susun sendiri. Selain itu,
tidak ada bagian dari tesis ini yang telah saya gunakan sebelumnya untuk
memperoleh gelar atau sertifikat akademik.
Jika pernyataan di atas terbukti
sebaliknya, maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh PPs
Universitas Negeri Makassar.
Tanda
tangan....................................... Tanggal, Mei 2016
LEMBAR PENGESAHAN
Judul
: Analisis
Aspek Pedagogik Dalam Pembelajaran IPS Di SD Negeri
Terpencil 8 Batu
Nama
Mahasiswa : AZIS
No.
Pokok : 14B14083
Program
Studi : Administrasi Pendidikan (Pendidikan Dasar)
Menyetujui
Komisi
Penasehat,
Dr. Sulaiman Samad, M.Si Dr.
Latang, M.Pd
Ketua Anggota
Mengetahui:
Ketua Direktur
Program Studi Program Pascasarjana
Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Makassar
Dr. Sulaiman
Samad, M.Si Prof.
Dr. Jasruddin, M.Si
NIP:19651231 199203 1 035 NIP:19641222
199103 1 002
ANALISIS ASPEK PEDAGOGIK DALAM
PEMBELAJARAN IPS DI SD NEGERI TERPENCIL 8 BATU
Tesis
Sebagai
Salah Satu Syarat untuk Mencapai Derajat
Magister
Program
Studi
Administrasi
pendidikan
Konsentrasi
Pendidikan Dasar
Disusun
dan Diajukan oleh
AZIS
Kepada
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2016
DAFTAR
ISI
Halaman
PRAKATA
iv
PERNYATAAN
KEORISINALAN TESIS
vi
ABSTRAK vii
ABSTRACT ix
DAFTAR
TABEL xi
DAFTAR
LAMPIRAN
xii
BAB
I PENDAHULUAN 1
A. Latar
Belakang 1
B. Rumusan
Masalah 9
C. Tujuan
Penelitian 9
D. Manfaat
Penelitian 9
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA 11
A. Kajian
Teori 11
1. Kompetensi
Guru 11
2. Kompetensi
pedagogik Guru 22
3. Guru
Sebagai Profesi 45
4. Faktor-faktor
yang mempengaruhi aspek pedagogik 47
5. Pembelajaran
IPS di Sekolah Dasar 52
B. Kerangka
Konsep 59
BAB
III METODE PENELITIAN 61
A. Jenis
Penelitian 61
B. Fokus
dan deskripsi Fokus 61
C. Subyek
Penelitian/Informan 62
D. Tehknik
Pengumpulan Data/ Informasi 60
E. Pengecekan
Keabsahan Data 65
F. Tehknik
Analisis Data 66
BAB
IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASA 69
A. Deskripsi Data 69
1. Data
Hasil Wawancara 69
2. Data
Hasil Dokumentasi 70
3. Data
Hasil Pengamatan 70
B. Pembahasan
Hasil Penelitian 76
1. Penerapan
Aspek Pedagogi Dalam Proses Pembelajaran IPS 76
2. Faktor
–faktor Yang Mendukung Penerapan Aspek
Pedagogi Dalam Pembelajaran IPS di SD
Negeri 8 Batu 85
3. Faktor-faktor
Yang Menghambat Penerapan Aspek Pedagogi Dalam Pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu 89
BAB
V PENUTUP
A. Kesimpulan 96
B. Saran 97
DAFTAR
PUSTAKA 98
LAMPIRAN 105
ABSTRAK
AZIS . Analisis Aspek Pedagogi dalam Pembelajaran IPS di SD Negeri Terpencil 8 Batu. ( Dibimbing oleh Dr. Sulaiman samad, M.Si. dan Dr. Latang, M.Pd)
Pendidikan merupakan pondasi dasar bagi suatu bangsa dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Upaya tersebut hendaknya di barengi dengan kualitas pendidik sebagai ujung tombak dalam dunia pendidikan. Seorang pendidik dituntut memiliki empat kompetensi sebagai syarat menjadi pendidik yang profesional. Salah satu kompetensi yang wajib kuasai oleh seorang pendidik yaitu kompetensi pedagogi. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimanakah penerapan aspek pedagogi oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu penelitian ini mengangkat judul analisis aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri terpencil 8 batu dengan rumusan masalah (i) Bagaimana penerapan aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS? (ii) Faktor-faktor Apa saja yang mendukung penerapan aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS? (iii) Faktor-faktor apa saja yang menghambat penerapan aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 batu?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (i) Bagaimana penerapan aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS. ( Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendukung penerapan aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS. (iii) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang menghambat penerapan aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri terpencil 8 batu. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 201 di SD Negeri 8 Batu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun yang berperan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, Kepala sekolah, Guru kelas IV, V dan VI SD Negeri 8 batu.Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara bebas. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan aspek pedagogik guru kelas dalam pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri terpencil 8 batu masih pada tingkat sedang artinya dari sepuluh aspek pedagogi guru beberapa aspek telah diterapkan seperti pemahaman karakteristik peserta didik, berkomunikasi secara efektif, pembelajaran yang mendidik, pengembangan potensi peserta didik, evaluasi dan penilaian.
Aspek pedagogik yang belum diterapkan seperti penguasaan teori belajar, menguasai kurikulum dengan baik serta mengembangkan silabus. Terkhusus pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi untuk pembelajaran sangat terkendala pada akses dan sarana yang sulit seperti internet dan telpon. Aspek pedagogi seperti menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Merujuk pada indikator aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian telah diterapkan namun, untuk melakukan penelitian tindakan kelas PTK yang dirancang khusus untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas belum dilakukan. Faktor-faktor yang mendukung penerapan aspek pedagogi jumlah siswa yang sedikit, pendidikan, KKG, pelatihan dan Pengembangan keprofesian berkelanjutan. Faktor-fator penghambat perizinan kuliah, kurangya kegiatan pengemabangan kompetensi,kesejahteraan guru, kekurangan guru PNS, efektifitas pembelajaran, kurangnya profesionalisme, dan kurang sarana prasarana.
ABSTRACT
AZIS. Analytical Aspect Pedagogy in learning Remote Country IPS SD 8 Stone. ( Guided by Dr. Sulaiman Samad, M.Si and Dr. Latang, M.Pd)
Education is the fundation for a nation in an affor to educate the nation and realizing quality human recuerces. These efforts should be followed by quality educators at the forefront in the world of education. An educator is required to have four competency as a requirement to be a profesional educator. One of the main competencies that must be matered by an educator that competency pedagogy. The quistion that erises then is how the implementation of aspects of pedagogy by teachers in the learning processin the classroom therefore lifting the title this research analyzes aspects of pedagogy in teacing social studies at a secluden country SD 8 stone.
With a formulation of the problem (i) how the implementation aspects of pedagogy in learning IPS (ii) factors that supported the implementation of aspects of pedagogy in learning IPS (iii) what factors are inhibiling the implementation of aspects of pedagogy in learning SD IPS in the country 8 stone. This research was conducted in february – may 2016 in the country till 8 stone. The metthod used is qualitative descriptive. As therole in this study is the researhers themselves, principals, teachers grade IV, V dan VI SD 8 country rock. Technical research data colletion are observation, dokumentation and interview free. Technical examination of the validity data using a data source tringulasi.
The results showed that the application of aspects of pedagogy classroom teachers in the implementation of learning in SD country secluded 8 stone. Is still at a moderate level meaning of the ten aspects of pedagogy, some have been implemented, such as understanding the characteristics of learners, communicating effectively, learning that educate, develop the potention of students, evaluation and assessment
Pedagogical aspects that has not been applied as master the theory of learning, mastering kurikulum well, as well develop syillabi. Especially its use of information technology and communication of information for learning is very constrained in access and fasilities such as internet and telephone. Pedagogical aspects such as conducting assessment and evaluation of processesand learning outcomes, utilizing the results of the assessment and evaluation for the sake of learning, reflective actionto improve the quality of learning refer to the indicators of these can be concluded that the majority have been implemented yet, to conduct classroom action research has not be specifically designet for schools to improve the learning process in the classroom has not been implemented, faktors that support the implementation aspects of pedagogy, the member of student that a little bit, linearity education, KKG, Training, and continning profesional develodment activities, welfare of teachers, public servant, the effectiviness of learning a shortage of teachers, lack of profesionalism and lock of infrastructur.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah salah satu aspek kebutuhan manusia yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan dewasa ini sebagai salah satu unsur yang harus dipenuhi dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menbentuk manusia-manusia yang terampil dan berkompeten. Melalui sarana pendidikan manusia dapat mempelajari, mengetahui dan memahami bagaimana cara meningkatkan dan mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya. Potensi-potensi tersebutberupa intelektual, mental, sosial, emosional, dan kemandirian sehingga menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman.
Menurut undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 1 yang berbunyi:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat bangsa dan negar.
Tolak ukur keberhasilan suatu lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan sebagaimana yang diharapkan, tidaklah berdiri sendiri dan terlepas dari kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak. Unsur-unsur pendidikan seperti keluarga, lingkungan, sekolah serta dukungan dari pemerintah sebagai pemegang mandat dari negara untuk menjalankan pendidikan di negara ini. Salah satu peranan pemerintah yang sangat di harapkan oleh masyarakat adalah menyediakan tenaga pendidik atau guru yang berkualitas. Keberadaan guru yang berkualitas adalah hal yang niscaya mengingat guru merupakan kunci keberhasilan dalam proses belajar mengajar di kelas.
Guru di yakini sebagai kunci dalam upaya membangun pendidikan di suatu negara. Tingkat kualitas pendidikan pada suatu negara merupakan cerminan dari kualias dari pendidiknya. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara. optimal. Minat, bakat, kemampuan, dan potensi-potensi yang dimiliki oleh peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru”.UU Sikdiknas ( 2003)
Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh seorang guru secara langsung maupun tidak, hal ini berdasar pada fakta bahwa tinggi rendahnya mutu pendidikan pada suatu negara atau daerah akan senantiasa menjadi cerminan kualitas guru di negara atau daerah tersebut. Pemerintah melalui undang-undang guru dan dosen terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di negara ini dengan terus menambah tenaga pendidik di berbagai daerah khusus daerah tertinggal dan terpencil.
Program sertifikasi guru dan menjadikan pekerjaan seorang guru sebagai jabatan profesi adalah salah satu upaya nyata yang di lakukan oleh pemerintah dalam dunia pendidikan saat ini. Setiap tahunnya sejak tahun 2005 pemerintah terus memberikan tunjangan sertifikasi kepada ribuan guru di seluruh daerah dan terus berlanjut sampai tahun 2015. Dewasa ini tidak ada lagi sekolah yang gurunya belum bersertifikat pendidik baik sekolah yang berada di perkotaan maupun di daerah. Kondisi ideal yang diharapkan dengan program sertifikasi guru yang telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun nampaknya belum membawah perubahan yang berarti dalam memperbaiki kualitas pendidikan dinegara ini. Hal ini terbukti dimana kualitas pendidikan bangsa kita masih kalah dengan Malaysia dan hanya sejajar dengan Filifina.
Kondisi yang diharapkan dengan program sertifikasi sampai saat ini masih jauh dari harapan semua pihak. Kualitas pendidikan di sekolah yang mayoritas pendidiknya telah tersertifikasi dengan sekolah yang gurunya masih kurang tersertifikasi tidak memiliki perbedaan yang signifikan fakta tersebut adalah jawaban yang miris dari program sertifikasi guru. Dinamika tersebut menjadi sebuah persoalan jika kemudian sertifikasi guru tidak beriringan dengan kompetensi guru dalam mendidik dan membimbing peserta didik menuju proses pembelajaran yang berkualitas.
Guru diharapkan senantiasa meningkatkan kompetensinya dalam proses belajar mengajar mengingat hasil belajar peserta didik sebagian besar ditentukan oleh kemampuan dan kompetensi seorang guru . Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan kondusif sehingga hasil belajar peserta didik akan lebih optimal. Di dalam UndangUndang RI no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen dijelaskan bahwa: “kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan”.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia Depdiknas( 2014) dalam buku Menjadi Guru Profesional dikatakan bahwa “kompetensi berarti kewenangan, kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan suatu hal. Pengertian dasar kompetensi (competency) sebagai seorang pendidik yakni kemampuan Artinya berupa kemahiran untuk menentukan atau memutuskan sesuatu untuk dilakukan kepada setiap peserta didiknya.
Kompetensi adalah sebuah indikator yang menggambarkan kemampuan yang di miliki oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Guru sebagai pendidik sedianya memiliki kompetensi yakni kemampuan menguasai bahan pelajaran yang disampaikan, kemampuan mengelolah program belajar mengajar, kemampuan mengelola kelas, kemampuan dalam menggunakan media atau sumber belajar, kemampuan menguasai landasan-landasan pendidikan, kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar kemampuan menilai prestasi siswa untuk kependidikan pengajaran, kemampuan mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan, kemampuan mengenal dan menyelenggarakan administrasi pendidikan dan kemampuan memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian guna keperluan mengajar.
Kompetensi pedagogik guru kelas akan terlihat baik apabila guru tersebut mengikuti dan melaksanakan standar kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik. Namun kompetensi guru kelas yang ada di SD/MI belum memenuhi standar kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik.
Umumnya para guru yang mengajar di sekolah SD terpencil di desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang. Memiliki pemahaman yang masih minim terhadap peserta didik, guru dalam mengajar kurang memperhatikan karakteristik perkembangan dari masing-masing peserta didik sehingga pembelajaran berlangsung sangat monoton. Dalam perencanaan pembelajaran, guru kurang merencanakan dengan baik kegiatan pembelajaran dan materinya masih sangat kaku hanya bersumber pada buku paket, Penyusunan RPP masih kurang memperhatikan langkah-langkah yang sesuai dengan kondisi daerah setempat sehingga kegiatan pembelajaran yang berlangsung terkesan sulit dan tidak mengakomodir potensi peserta didik dengan baik.
Pelaksanaan pembelajaran dengan metode yang kurang variatif membuat siswa terlihat jenuh dan kurang bersemangat dalam belajar, sarana prasarana yang kurang memadai sebagai realitas di sekolah terpencil membuat guru semakin kaku dalam mengembangkan pembelajaran. Metode ceramah sebagai metode yang masih sangat di favoritkan guru dalam pembelajaran memberi dampak yang berlangsung kurang berkesan bagi siswa, dan masih terkesan konvensional.
Dalam evaluasi hasil belajar, guru tidak menyusun proses dan hasil evaluasi berdasarkan standar penilaian dan indikator. Dalam mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik, guru kurang memiliki waktu untuk melakukan pengayaan terhadap peserta didik yang pintar atau remedial terhadap peserta didik yang kesulitan belajar karena terkendala pada kondisi lingkungan yang mana peserta didik ada yang berjarak sampai 5 km dari rumah ke sekolah dan harus jalan kaki.
Berdasarkan hasil diskusi dan pembahasan dalam kegiatan KKG dengan guru-guru dari sekolah terpencil di Desa Leppangeng Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang yang berjumlah 3 (tiga) sekolah SD. Peneliti berkesimpulan bahwasanya kompetensi pedagogik rekan-rekan pengajar di sekolah terpencil masih perlu ditingkatkan sebagai upaya dalam melakukan perbaikan proses pembelajaran kedepannya.
Pemahaman terhadap peserta didik, dalam pembelajaran di kelas guru menjelaskan materi yang akan disampaikan dengan menyesuaikan kecerdasan dan karakteristik dari masing-masing peserta didik. Perencanaan pembelajaran dalam membuat rencana pembelajaran rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan memesan pada orang lain atau yang lebih parah ketika ada pihak-pihak yang menginginkan dalam satu gugus KKG perangkat pembelajarannya harus seragam. Kondisi tersebut tentunya akan membuat pembelajaran semakin kehilangan arah dimana satu sekolah dengan sekolah lain yang berbeda situasi dan kondisinya dipaksakan untuk mengikuti langkah-langkah pembelajaran yang sama.
Secara khusus peneliti mengedepankan bagaimana kompetensi pedagogik guru di daerah terpencil dalam pembelajaran IPS di SD. Kemampuan seorang pendidik dalam pembelajaran IPS terkait kompetensi pedagogik merupakan salah satu aspek yang urgen mengingat pembelajaran tersebut terkesan sulit dan membosankan bagi peserta didik. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pendidik untuk memahami kesulitan peserta didik agar pembelajaran tersebut menjadi sesuatu yang di senangi. Minimnya kompetensi pedagogik seorang pendidik tentunya membawah dampak pada pembelajaran yang kurang kreatif dan cenderung kaku sehingga proses pembelajaran tidak meninggalkan kesan pada peserta didik.
Guru yang mempunyai kompetensi pedagogik diharapkan mampu menjawab persoalan diatas serta mampu menciptakan lingkungan belajar efektif, menyenangkan dan akan lebih mampu mengelola kelas. Kemampuan guru mengelola kelas seperti pemahaman wawasan guru akan landasan dan filsafat pendidikan, guru memahami potensi dan keberagaman peserta didik, mengembangkan kurikulum atau silabus , menyusun rencana dan strategi pembelajaran berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, melaksanakan pembelajaran-pembelajaran yang mendidik dengan interaktif, melakukan evaluasi hasil belajar, serta mengembangkan bakat dan minat peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler dan intrakulikuler untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
Guru dengan kompetensi pedagogik yang baik akan dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk berupaya menjadi yang lebih baik. Realita sekarang banyak guru yang pintar tetapi belum dapat mentransfer ilmunya kepada peserta didik, belum mampu mengkondisikannya di saat pembelajaran serta cara penyampaian kurang tepat. Hai inilah yang mengakibatkan motivasi belajar peseta didik kurang maksimal.
Kompetensi pedagogik sangat urgen dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas untuk mecapai tujuan sebagaimana yang diharapkan. Banyak dari para guru di sekolah tersebut belum memahami yang dimaksud kompetensi pedagogik. Hal inilah yang menjadi pertimbangan peneliti untuk mengadakan studi analisis aspek pedagogik seorang guru dalam pembelajaran IPS di sekolah terpencil sebagai judul penelitian.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, penulis tertarik untuk mengkaji laporan penelitian yang berjudul “Analisis Aspek Pedagogik dalam Pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:
Bagaimana aspek pedagogik dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu ?
Faktor-faktor apa saja yang mendukung aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu ?
Faktor-faktor apa saja yang Menghambat aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu ?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini yaitu:
Mengetahui aspek pedagogik dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu
Memahami Faktor-faktor apa saja yang mendukung aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu
Mengetahui Faktor-faktor apa saja yang Menghambat aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu
D. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat:
1. Manfaat teoritis
a. Menambah khasanah keilmuan dalam ilmu pendidikan tentang kompetensi pedagogik.
b. Pengembangan ilmu pendidikan dan wawasan sekaligus kontribusi pemikiran akan arti penting kompetensi pedagogik dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi peneliti: penelitian ini dapat menambah wawasan mengenai aspek kompetensi pedagogik guru kelas dalam pelaksanaan pembelajaran di SD/MI.
b. Bagi guru: dapat memperbaiki dan meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas sehingga permasalahan yang dihadapi oleh siswa maupun guru dapat teratasi dengan baik.
3. Bagi sekolah: hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik bagi sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pedagogik guru kelas dalam pelaksanaan pembelajaran.
AZIS . Analisis Aspek Pedagogi dalam Pembelajaran IPS di SD Negeri Terpencil 8 Batu. ( Dibimbing oleh Dr. Sulaiman samad, M.Si. dan Dr. Latang, M.Pd)
Pendidikan merupakan pondasi dasar bagi suatu bangsa dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Upaya tersebut hendaknya di barengi dengan kualitas pendidik sebagai ujung tombak dalam dunia pendidikan. Seorang pendidik dituntut memiliki empat kompetensi sebagai syarat menjadi pendidik yang profesional. Salah satu kompetensi yang wajib kuasai oleh seorang pendidik yaitu kompetensi pedagogi. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimanakah penerapan aspek pedagogi oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu penelitian ini mengangkat judul analisis aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri terpencil 8 batu dengan rumusan masalah (i) Bagaimana penerapan aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS? (ii) Faktor-faktor Apa saja yang mendukung penerapan aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS? (iii) Faktor-faktor apa saja yang menghambat penerapan aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 batu?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (i) Bagaimana penerapan aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS. ( Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendukung penerapan aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS. (iii) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang menghambat penerapan aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri terpencil 8 batu. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 201 di SD Negeri 8 Batu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun yang berperan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, Kepala sekolah, Guru kelas IV, V dan VI SD Negeri 8 batu.Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara bebas. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan aspek pedagogik guru kelas dalam pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri terpencil 8 batu masih pada tingkat sedang artinya dari sepuluh aspek pedagogi guru beberapa aspek telah diterapkan seperti pemahaman karakteristik peserta didik, berkomunikasi secara efektif, pembelajaran yang mendidik, pengembangan potensi peserta didik, evaluasi dan penilaian.
Aspek pedagogik yang belum diterapkan seperti penguasaan teori belajar, menguasai kurikulum dengan baik serta mengembangkan silabus. Terkhusus pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi untuk pembelajaran sangat terkendala pada akses dan sarana yang sulit seperti internet dan telpon. Aspek pedagogi seperti menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Merujuk pada indikator aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian telah diterapkan namun, untuk melakukan penelitian tindakan kelas PTK yang dirancang khusus untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas belum dilakukan. Faktor-faktor yang mendukung penerapan aspek pedagogi jumlah siswa yang sedikit, pendidikan, KKG, pelatihan dan Pengembangan keprofesian berkelanjutan. Faktor-fator penghambat perizinan kuliah, kurangya kegiatan pengemabangan kompetensi,kesejahteraan guru, kekurangan guru PNS, efektifitas pembelajaran, kurangnya profesionalisme, dan kurang sarana prasarana.
ABSTRACT
AZIS. Analytical Aspect Pedagogy in learning Remote Country IPS SD 8 Stone. ( Guided by Dr. Sulaiman Samad, M.Si and Dr. Latang, M.Pd)
Education is the fundation for a nation in an affor to educate the nation and realizing quality human recuerces. These efforts should be followed by quality educators at the forefront in the world of education. An educator is required to have four competency as a requirement to be a profesional educator. One of the main competencies that must be matered by an educator that competency pedagogy. The quistion that erises then is how the implementation of aspects of pedagogy by teachers in the learning processin the classroom therefore lifting the title this research analyzes aspects of pedagogy in teacing social studies at a secluden country SD 8 stone.
With a formulation of the problem (i) how the implementation aspects of pedagogy in learning IPS (ii) factors that supported the implementation of aspects of pedagogy in learning IPS (iii) what factors are inhibiling the implementation of aspects of pedagogy in learning SD IPS in the country 8 stone. This research was conducted in february – may 2016 in the country till 8 stone. The metthod used is qualitative descriptive. As therole in this study is the researhers themselves, principals, teachers grade IV, V dan VI SD 8 country rock. Technical research data colletion are observation, dokumentation and interview free. Technical examination of the validity data using a data source tringulasi.
The results showed that the application of aspects of pedagogy classroom teachers in the implementation of learning in SD country secluded 8 stone. Is still at a moderate level meaning of the ten aspects of pedagogy, some have been implemented, such as understanding the characteristics of learners, communicating effectively, learning that educate, develop the potention of students, evaluation and assessment
Pedagogical aspects that has not been applied as master the theory of learning, mastering kurikulum well, as well develop syillabi. Especially its use of information technology and communication of information for learning is very constrained in access and fasilities such as internet and telephone. Pedagogical aspects such as conducting assessment and evaluation of processesand learning outcomes, utilizing the results of the assessment and evaluation for the sake of learning, reflective actionto improve the quality of learning refer to the indicators of these can be concluded that the majority have been implemented yet, to conduct classroom action research has not be specifically designet for schools to improve the learning process in the classroom has not been implemented, faktors that support the implementation aspects of pedagogy, the member of student that a little bit, linearity education, KKG, Training, and continning profesional develodment activities, welfare of teachers, public servant, the effectiviness of learning a shortage of teachers, lack of profesionalism and lock of infrastructur.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah salah satu aspek kebutuhan manusia yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan dewasa ini sebagai salah satu unsur yang harus dipenuhi dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menbentuk manusia-manusia yang terampil dan berkompeten. Melalui sarana pendidikan manusia dapat mempelajari, mengetahui dan memahami bagaimana cara meningkatkan dan mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya. Potensi-potensi tersebutberupa intelektual, mental, sosial, emosional, dan kemandirian sehingga menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman.
Menurut undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 1 yang berbunyi:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat bangsa dan negar.
Tolak ukur keberhasilan suatu lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan sebagaimana yang diharapkan, tidaklah berdiri sendiri dan terlepas dari kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak. Unsur-unsur pendidikan seperti keluarga, lingkungan, sekolah serta dukungan dari pemerintah sebagai pemegang mandat dari negara untuk menjalankan pendidikan di negara ini. Salah satu peranan pemerintah yang sangat di harapkan oleh masyarakat adalah menyediakan tenaga pendidik atau guru yang berkualitas. Keberadaan guru yang berkualitas adalah hal yang niscaya mengingat guru merupakan kunci keberhasilan dalam proses belajar mengajar di kelas.
Guru di yakini sebagai kunci dalam upaya membangun pendidikan di suatu negara. Tingkat kualitas pendidikan pada suatu negara merupakan cerminan dari kualias dari pendidiknya. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara. optimal. Minat, bakat, kemampuan, dan potensi-potensi yang dimiliki oleh peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru”.UU Sikdiknas ( 2003)
Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh seorang guru secara langsung maupun tidak, hal ini berdasar pada fakta bahwa tinggi rendahnya mutu pendidikan pada suatu negara atau daerah akan senantiasa menjadi cerminan kualitas guru di negara atau daerah tersebut. Pemerintah melalui undang-undang guru dan dosen terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di negara ini dengan terus menambah tenaga pendidik di berbagai daerah khusus daerah tertinggal dan terpencil.
Program sertifikasi guru dan menjadikan pekerjaan seorang guru sebagai jabatan profesi adalah salah satu upaya nyata yang di lakukan oleh pemerintah dalam dunia pendidikan saat ini. Setiap tahunnya sejak tahun 2005 pemerintah terus memberikan tunjangan sertifikasi kepada ribuan guru di seluruh daerah dan terus berlanjut sampai tahun 2015. Dewasa ini tidak ada lagi sekolah yang gurunya belum bersertifikat pendidik baik sekolah yang berada di perkotaan maupun di daerah. Kondisi ideal yang diharapkan dengan program sertifikasi guru yang telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun nampaknya belum membawah perubahan yang berarti dalam memperbaiki kualitas pendidikan dinegara ini. Hal ini terbukti dimana kualitas pendidikan bangsa kita masih kalah dengan Malaysia dan hanya sejajar dengan Filifina.
Kondisi yang diharapkan dengan program sertifikasi sampai saat ini masih jauh dari harapan semua pihak. Kualitas pendidikan di sekolah yang mayoritas pendidiknya telah tersertifikasi dengan sekolah yang gurunya masih kurang tersertifikasi tidak memiliki perbedaan yang signifikan fakta tersebut adalah jawaban yang miris dari program sertifikasi guru. Dinamika tersebut menjadi sebuah persoalan jika kemudian sertifikasi guru tidak beriringan dengan kompetensi guru dalam mendidik dan membimbing peserta didik menuju proses pembelajaran yang berkualitas.
Guru diharapkan senantiasa meningkatkan kompetensinya dalam proses belajar mengajar mengingat hasil belajar peserta didik sebagian besar ditentukan oleh kemampuan dan kompetensi seorang guru . Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan kondusif sehingga hasil belajar peserta didik akan lebih optimal. Di dalam UndangUndang RI no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen dijelaskan bahwa: “kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan”.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia Depdiknas( 2014) dalam buku Menjadi Guru Profesional dikatakan bahwa “kompetensi berarti kewenangan, kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan suatu hal. Pengertian dasar kompetensi (competency) sebagai seorang pendidik yakni kemampuan Artinya berupa kemahiran untuk menentukan atau memutuskan sesuatu untuk dilakukan kepada setiap peserta didiknya.
Kompetensi adalah sebuah indikator yang menggambarkan kemampuan yang di miliki oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Guru sebagai pendidik sedianya memiliki kompetensi yakni kemampuan menguasai bahan pelajaran yang disampaikan, kemampuan mengelolah program belajar mengajar, kemampuan mengelola kelas, kemampuan dalam menggunakan media atau sumber belajar, kemampuan menguasai landasan-landasan pendidikan, kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar kemampuan menilai prestasi siswa untuk kependidikan pengajaran, kemampuan mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan, kemampuan mengenal dan menyelenggarakan administrasi pendidikan dan kemampuan memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian guna keperluan mengajar.
Kompetensi pedagogik guru kelas akan terlihat baik apabila guru tersebut mengikuti dan melaksanakan standar kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik. Namun kompetensi guru kelas yang ada di SD/MI belum memenuhi standar kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik.
Umumnya para guru yang mengajar di sekolah SD terpencil di desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang. Memiliki pemahaman yang masih minim terhadap peserta didik, guru dalam mengajar kurang memperhatikan karakteristik perkembangan dari masing-masing peserta didik sehingga pembelajaran berlangsung sangat monoton. Dalam perencanaan pembelajaran, guru kurang merencanakan dengan baik kegiatan pembelajaran dan materinya masih sangat kaku hanya bersumber pada buku paket, Penyusunan RPP masih kurang memperhatikan langkah-langkah yang sesuai dengan kondisi daerah setempat sehingga kegiatan pembelajaran yang berlangsung terkesan sulit dan tidak mengakomodir potensi peserta didik dengan baik.
Pelaksanaan pembelajaran dengan metode yang kurang variatif membuat siswa terlihat jenuh dan kurang bersemangat dalam belajar, sarana prasarana yang kurang memadai sebagai realitas di sekolah terpencil membuat guru semakin kaku dalam mengembangkan pembelajaran. Metode ceramah sebagai metode yang masih sangat di favoritkan guru dalam pembelajaran memberi dampak yang berlangsung kurang berkesan bagi siswa, dan masih terkesan konvensional.
Dalam evaluasi hasil belajar, guru tidak menyusun proses dan hasil evaluasi berdasarkan standar penilaian dan indikator. Dalam mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik, guru kurang memiliki waktu untuk melakukan pengayaan terhadap peserta didik yang pintar atau remedial terhadap peserta didik yang kesulitan belajar karena terkendala pada kondisi lingkungan yang mana peserta didik ada yang berjarak sampai 5 km dari rumah ke sekolah dan harus jalan kaki.
Berdasarkan hasil diskusi dan pembahasan dalam kegiatan KKG dengan guru-guru dari sekolah terpencil di Desa Leppangeng Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang yang berjumlah 3 (tiga) sekolah SD. Peneliti berkesimpulan bahwasanya kompetensi pedagogik rekan-rekan pengajar di sekolah terpencil masih perlu ditingkatkan sebagai upaya dalam melakukan perbaikan proses pembelajaran kedepannya.
Pemahaman terhadap peserta didik, dalam pembelajaran di kelas guru menjelaskan materi yang akan disampaikan dengan menyesuaikan kecerdasan dan karakteristik dari masing-masing peserta didik. Perencanaan pembelajaran dalam membuat rencana pembelajaran rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan memesan pada orang lain atau yang lebih parah ketika ada pihak-pihak yang menginginkan dalam satu gugus KKG perangkat pembelajarannya harus seragam. Kondisi tersebut tentunya akan membuat pembelajaran semakin kehilangan arah dimana satu sekolah dengan sekolah lain yang berbeda situasi dan kondisinya dipaksakan untuk mengikuti langkah-langkah pembelajaran yang sama.
Secara khusus peneliti mengedepankan bagaimana kompetensi pedagogik guru di daerah terpencil dalam pembelajaran IPS di SD. Kemampuan seorang pendidik dalam pembelajaran IPS terkait kompetensi pedagogik merupakan salah satu aspek yang urgen mengingat pembelajaran tersebut terkesan sulit dan membosankan bagi peserta didik. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pendidik untuk memahami kesulitan peserta didik agar pembelajaran tersebut menjadi sesuatu yang di senangi. Minimnya kompetensi pedagogik seorang pendidik tentunya membawah dampak pada pembelajaran yang kurang kreatif dan cenderung kaku sehingga proses pembelajaran tidak meninggalkan kesan pada peserta didik.
Guru yang mempunyai kompetensi pedagogik diharapkan mampu menjawab persoalan diatas serta mampu menciptakan lingkungan belajar efektif, menyenangkan dan akan lebih mampu mengelola kelas. Kemampuan guru mengelola kelas seperti pemahaman wawasan guru akan landasan dan filsafat pendidikan, guru memahami potensi dan keberagaman peserta didik, mengembangkan kurikulum atau silabus , menyusun rencana dan strategi pembelajaran berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, melaksanakan pembelajaran-pembelajaran yang mendidik dengan interaktif, melakukan evaluasi hasil belajar, serta mengembangkan bakat dan minat peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler dan intrakulikuler untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
Guru dengan kompetensi pedagogik yang baik akan dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk berupaya menjadi yang lebih baik. Realita sekarang banyak guru yang pintar tetapi belum dapat mentransfer ilmunya kepada peserta didik, belum mampu mengkondisikannya di saat pembelajaran serta cara penyampaian kurang tepat. Hai inilah yang mengakibatkan motivasi belajar peseta didik kurang maksimal.
Kompetensi pedagogik sangat urgen dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas untuk mecapai tujuan sebagaimana yang diharapkan. Banyak dari para guru di sekolah tersebut belum memahami yang dimaksud kompetensi pedagogik. Hal inilah yang menjadi pertimbangan peneliti untuk mengadakan studi analisis aspek pedagogik seorang guru dalam pembelajaran IPS di sekolah terpencil sebagai judul penelitian.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, penulis tertarik untuk mengkaji laporan penelitian yang berjudul “Analisis Aspek Pedagogik dalam Pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:
Bagaimana aspek pedagogik dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu ?
Faktor-faktor apa saja yang mendukung aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu ?
Faktor-faktor apa saja yang Menghambat aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu ?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini yaitu:
Mengetahui aspek pedagogik dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu
Memahami Faktor-faktor apa saja yang mendukung aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu
Mengetahui Faktor-faktor apa saja yang Menghambat aspek pedagogi dalam pembelajaran IPS di SD Negeri 8 Batu
D. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat:
1. Manfaat teoritis
a. Menambah khasanah keilmuan dalam ilmu pendidikan tentang kompetensi pedagogik.
b. Pengembangan ilmu pendidikan dan wawasan sekaligus kontribusi pemikiran akan arti penting kompetensi pedagogik dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi peneliti: penelitian ini dapat menambah wawasan mengenai aspek kompetensi pedagogik guru kelas dalam pelaksanaan pembelajaran di SD/MI.
b. Bagi guru: dapat memperbaiki dan meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas sehingga permasalahan yang dihadapi oleh siswa maupun guru dapat teratasi dengan baik.
3. Bagi sekolah: hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik bagi sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pedagogik guru kelas dalam pelaksanaan pembelajaran.
Komentar
Posting Komentar